0

TUGAS MATA KULIAH INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

Posted by Unknown on 5:29 AM
NAMA APLIKASI                            : SNIPPING TOOL VERSI 6.1
TEKNIK ANALISI TUGAS             : TEKNIK DEKOMPOSISI TUGAS

1.      Urutan Sub-Tugas Dalam Aplikasi
Snipping Tool merupakan salah satu aplikasi bawaan yang dimiliki oleh Windows. Snipping Tool memiliki fungsi sama seperti Print Screen pada keyboard, hanya saja hasil yang ditampilkan bisa berbeda. Maksudnya, jika user menggunakan print screen maka tampilan yang akan muncul seluruh tampilan yang ada di layar PC atau laptot, sedangkan jika menggunakan snipping tool maka yang akan muncul hanya gambar yang user potong/inginkan. Snipping Tool memiliki 4 menu utama dan dalam menu-menu tersebut memiliki sub-menu yang memiliki tugasnya masing-masing. Berikut ini sub-menu dari tiap menu utama :
a.       File
·         New Snip
·         Save As
·         Send To (E-mail Recipient dan E-mail Recipient as Attachment)
·         Exit
b.      Edit
·         Copy
c.       Tools
·         Pen (Red, Blue, Black, Costum)
·         Highlighter
·         Eraser
·         Options
d.      Help
·         Help
·         About
2.      Aksi yang Dapat Dilakukan Manusia Pada Sub-Tugas Aplikasi
Aksi yang dapat dilakukan user pada sub-tugas yang ada aplikasi dapat dilihat pada uraian di bawah ini :
a.       File
·         New Snip
New Snip merupakan sub-tugas yang dapat digunakan user untuk membuat capture/snipping gambar yang baru. Dalam sub-tugas ini, user juga dapat memilih jenis snipping yang diinginkan, seperti full-screen snip, free-from snip, rectangular snip, dan winsow snip. Sub-tugas ini mempunyai shortcut Ctrl+N.
·         Save As
Save As merupakan sub-tugas yang dapat digunakan user untuk menyimpan hasil capture/snipping dengan mengganti nama default menjadi nama yang diinginkan dan juga user dapat merubah ekstensi file menjadi *png,  *html,*gif, atau *jpeg. Sub-tugas ini mempunyai shortcut Ctrl+S.
·         Send To
Send To merupakan sub-tugas yang user dapat gunakan untuk mengirim hasil snipping/capture kepada seseorang dan dapat dikirim sebagai lampiran file pada email.

·         Exit
Exit merupakan sub-tugas untuk keluar dari aplikasi.
b.      Edit
·         Copy
Copy dapat digunakan oleh user untuk membuat salinan dari snipping/capture yang dibuat. Sub-tugas ini mempunyai shortcut Ctrl+C.
c.       Tools
·         Pen
Pen merupakan sub-tugas untuk membuat tulisan pada gambar dengan cara menggerakkan kursor yang berbentuk pena dengan mouse/mousepad. Pen pada snipping tool memiliki 3 warna yaitu merah, biru, dan hijau. Warna pena dapat juga di atur sesuai keinginan user.
·         Highlighter
Highlighter memiliki fungsi yang sama dengan pen, hanya saja bentuk goresan yang dihasilkan lebih besar (seperti stabilo) dan warna defaultnya adalah warna kuning
·         Eraser
Eraser adalah sub-tugas yang dapat menghapus goresan bahkan gambar yang telah user snipping/capture. Fungsi eraser pada snipping tool sama dengan fungsi eraser (penghapus) pada kehidupan sehari-hari.
·         Options
Options merupakan sub-tugas yang dapat dilakukan untuk mengubah pengaturan pada snipping tool, seperti mengatur agar mengingatkan user untuk menyimpan gambar yang telah di capture/snipping sebelum keluar dari aplikasi.
d.      Help
·         Help
Help merupakan sub-tugas yang berisikan cara menggunakan snipping tool.
·         About
About merupakan sub-tugas yang berisikan informasi mengenai snipping tool.

0

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

Posted by Unknown on 5:32 AM
“KRIPIK SETAN” MAICHI
A.   CERITA DIBALIK SUKSES MAICHI
Keripik pedas sering diidentikan dengan makanan kampung. Produk popular ini biasanya gampang ditemukan di warung dan dijual secara eceran. Namun, ada pula keripik pedas yang dapat dipesan melalui jejaring sosial Twitter atau Facebook. Axl Nurhilman, menyulap keripik pedas biasa menjadi keripik pedas yang dicari-cari oleh banyak konsumen. Dengan brand Maicih, keripik produksi Axl sedang digandrungi oleh masyarakat Bandung, terutama anak muda.
Nama brand Maicih diambil dari kisah masa lalu yang selalu teringat olehnya, “Maicih itu terlahir waktu saya masih kecil. Biasanya, kalau saya dibawa mama ke pasar, suka ada ibu-ibu tua pake ciput dengan baju alakadarnya. Setiap belanja dia ngeluarin dompet, bonus dari toko emas yang ada resletingnya untuk masukin receh. Mama saya bilangnya itu dompet Maicih,” ungkapnya.
Beberapa tahun lalu, ia ketemu ibu-ibu yang sosoknya menyerupai Maicih dalam memorinya. Ibu-ibu paruh baya yang pakaiannya tradisional membuat bumbu kripik pedas. Kemudian ia terinspirasi untuk membuat brand Maicih dan ternyata orang lain sangat menyukainya, karena nyeleneh dan unik.
Maicih mampu diproduksi 75 ribu bungkus per minggu. Pada semua varian dari kripik, jeblak, gurilem. Dan, selalu habis. Ia mematok harga maicih di daerah Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak itu Rp 11 ribu, untuk keripik yang level 10 Rp 15 ribu. Di luar Bandung, keripik level 3-5, gurilam dan jeblak Rp 15 ribu, yang level 10 itu Rp 18 ribu.
Memilih rasa pedas karena memberikan efek kecanduan untuk yang mencobanya. Namun konsumen tidak perlu khawatir karena dalam komposisi Maicih tidak memakai bahan pengawet dan bisa awet sampai delapan bulan. Rasa pedas Maicih dari rempah pilihan dan cabai yang segar. Dan produk ini sangat baik untuk kesehatan, fungsi jantung, dan detoksifikasi. Keripik Maicih juga enak dimakan pakai nasi, atau dicampur di lotek, mi rebus. Maicih lebih enak kalau dikombinasikan dengan makanan-makanan lainnya.
Awalnya, pemasaran Maicih melalui teman-teman saja yang bertestimoni di media sosial twitter. Kemudian ia lebih fokus untuk memasarkannya. “Mereka yang sudah merasakan Maicih punya testimoni masing-masing. Jadi, saya tidak usah capek-capek promosi. Dengan Twitter, promosi seperti bola salju, terus membesar.”, ujarnya. Alasan pemasaran hanya melalui Twitter dan Facebook selain gratis, promosi di Twitter bisa menjadi gong karena kekuatan marketingnya dibuat orang-orang yang beli Maicih. Orang yang belum tahu Maicih akan bertanya dan mereka yang nge-tweet soal Maicih akan dengan antusias menjelaskan.
Strategi itu sukses. Keripiknya menjadi barang buruan. Konsumen harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan keripik superpedas itu. Bahkan, antrean pernah memanjang hingga satu kilometer. Mereka rela mengantre walau hujan badai. Di setiap kota juga ngantre. Sekarang Jenderal-jenderal punya fans dan komunitasnya masing-masing.
Waktu awal-awal, ia masih memakai sistem cash on delivery (COD), ia mau mengantar walau satu bungkus. Waktu itu Ia percaya, “Sekarang saya ngejar-ngejar konsumen, tapi nanti suatu waktu konsumen yang ngejar-ngejar saya,”. Dan, sekarang terbukti. Karena, memang pemasaran addicted. Ia tidak mempunyai karyawan yang banyak, untuk segi pekerja itu sendiri sekitar 10 orang termasuk bagian packing, masak, pembuat bumbu, dan distribusi. Selebihnya agen, yang disebut  jenderal Maicih. Ia membuat bahasa marketing dengan nuansa yang berbeda supaya lebih menarik.
Menurutnya, kalau mereka sebutnya, “ya ini agen maicih,” sepertinya kurang keren. Kalau disebut agen, seperti agen minyak dan kurang menjual. Bukan bermaksud mendeskritkan pekerjaan diluaran sana. Disebut jenderal agar value-nya bertambah, karena produk saya cuma keripik. Kami juga punya menteri perhubungan, yang megang jalur distribusi dan penjualan ke luar pulau. Ia seperti ingin membangun kerajaan sendiri.
Syarat untuk menjadi jenderal orang yang menjadi jenderal dipilih yang memiliki intelektual baik, dan berkompeten. Dari segi SDM, kami nggak hanya asal menerima jenderal, tetapi ada proses interview dan training. Kualitas mereka harus yang terbaik. Jenderal bukan karyawan tapi mitra usaha. Mereka membeli lisensi untuk izin usaha. Jadi istilahnya, mereka adalah distributor atau agen resmi yang menjual kripik Maicih. Jadi bisa dipertanggung jawabkan.
Karena banyak yang mengatasnamakan Maicih atau memakai nama maicih dengan cara yang tidak baik. Banyak konsumen yang dirugikan karena tertipu. Sementara maicih yang asli itu hanya diinfokan oleh akun Twitter @infomaicih dan yang hanya dijual oleh para jenderal.
Training jenderal  seputar character building, knowledge, sikap, serta bagaimana menyikapi bisnis ini ke konsumen. Karena, mereka tidak hanya menjual keripik, tetapi juga education. Ia sendiri sering sharing knowledge di training. Dengan mengikuti training mereka akan siap menjadi pengusaha dari segi mental. Mereka tidak hanya jual beli putus, tapi juga bisa dibilang Independent Bussiness Owner (IBO). Jadi, merasa sebagai pemilik Maicih di kotanya masing-masing. Dan setiap bulan ia dan para jenderalnya mengevaluasi penjualannya dengan mengadakan event-event. Harapan kedepannya, ia ingin pemasaran tidak hanya nasional tetapi go internasional. Sekarang sudah masuk sampai Singapura dan Jepang. Tetapi masih sistem kirim, jenderalnya para TKI di sana.
Namanya berkibar di dunia maya berkat strategi pemasaran lewat jejaring sosial Twitter. Ketenaran keripik pedas Maicih menimbulkan rasa penasaran bagi mereka yang belum mencoba, dan rasa ketagihan bagi mereka yang sudah. Maicih ingin mengangkat jajanan kampung untuk bisa naik kelas. Bungkus keripiknya saat itu pun masih sederhana, polos tanpa sablonan logo.
Berapa pun jumlah pesanan keripik, ia akan mengantarnya sendiri. Awalnya, Axl memasarkan keripik pedas Maicih dengan lima level atau tingkat kepedasan, mulai dari level 1 hingga 5. Setelah dua bulan, tes pasar menunjukkan bahwa keripik level 3 dan 5 adalah yang paling laris. Kini, dua level keripik itulah yang diproduksi massal.
Januari 2011, Maicih kembali berinovasi dengan menciptakan keripik Maicih edisi spesial, level 10. Ada orang-orang yang merasa tertantang, mereka berpikir kalau level 5 ternyata kurang pedas dan mencari yang lebih. Berkat inovasi marketing cerdasnya itu, kini Maicih diproduksi sekitar 2.000 bungkus per hari untuk semua varian produknya. Ia memberi harga satu bungkus keripiknya sebesar Rp 11 ribu. Axl pun ketiban rezeki, bisa meraih keuntung an per hari antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.
Tentu saja penghasilan itu lebih besar jika dibandingkan dengan gaji pejabat selevel menteri sekalipun. Mimpi Axl untuk terus memopulerkan Maicih pun tak tanggung-tanggung. Pemasaran luar kota akan diprioritaskan. Karena di Bandung sudah cukup happening, jadi kita akan ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Kita mengenal Sumedang dengan tahu, Bandung dengan peuyeum. Axl ingin Bandung juga bisa dikenal sebagai kota asal Maicih.
Pada bulan Mei 2011 , tepatnya tanggal 07 Mei 2011 Maicih launching produk terbarunya yaitu seblak, sejenis krupuk pipih pedas, dengan varian level yang berbeda-beda. Axl akan terus melakukan inovasinya tetapi dengan tidak meninggalkan ciri khas mengangkat camilan kelas rendahan menjadi berkelas dan diminati orang banyak. Kemungkinan pada masa mendatang akan muncul produk-produk lain yang lebih Inovatif lagi.
B.     STRATEGI PEMASARAN MAICHI
Ini merupakan titik berhasilnya maicih dimana dilakukan dengan strategi pemasaran yang out of the box. Axl memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini yaitu dengan media twitter dan Facebook. Axl sengaja membuatn produknya eksklusif agar orang penasaran. Dia tidak membuka toko seperti layaknya kebanyakan penjual, namun dijual dengan memanfaatkan media twitter sebagai informasi lokasi dimana para Jenderal ( agen ) maicih mangkal menjajakan dagangannya.
Pemasaran produk ini berbeda dengan kudapan unik kota Bandung lainnya. Calon pelanggan hanya bisa mengetahui dimana Maicih gentayangan tiap harinya melalui situs microblogging Twitter. Tiap hari @InfoMaicih akan memberi kabar di mana produk Maicih bisa didapatkan. Tim pemasaran Maicih yang disebut sebagai Jenderal, akan menjual produk Maicih di lokasi-lokasi tertentu. Mulai dari kampus, kantor atau tempat keramaian lainnya. Pendek kata, tak ada yang abadi sebagai tempat membeli produk Maicih. Mereka selalu mobile sesuai posisi para jenderal. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti mendongkrak nama Maicih di jagat twitter. Banyak yang penasaran seperti apa produk Maicih gara-gara membaca kicauan pengguna Twitter yang  bersliweran tiap saat. Dan biasanya mereka yang sudah merasakan kripik setan Maicih pastinya bakal tericih-icih alias kepedasan.
Melihat efektivitas kicauan teman-temannya di dunia maya, maka Axl pun memutuskan untuk fokus hanya berkomunikasi lewat twitter @infomaicih, Facebook #maicih, dan situs www.maicih.co.id. Diterangkan Axl, jumlah follower Maicih saat ini sudah mencapai lebih dari 354 ribu, sedangkan jumlah fanpage mencapai 49.000-an.
Untuk itu, jangan harap Anda akan menemukan gerai fisik Maicih. “Kami memang sengaja tidak membangun gerai fisik. Dari sisi biaya operasionalnya sangat tinggi. Dan yang terpenting, gerai fisik  tidak mampu menciptakan interaksi antara brand Maicih dengan konsumen,” ungkap Axl beralasan.
Lantas, bagaimana cara Maicih dikomunikasikan dan dijajakan? Rupanya, Maicih punya sederet “jenderal”—sebutan untuk pasukan penjual atau reseller Maicih. Jenderal tersebutlah yang bertugas berkicau di akun twitter mereka masing-masing tentang lokasi-lokasi mana saja yang bakal disambangi mobil yang membawa keripik Maicih untuk dijajakan. Dan, tiap harinya lokasi yang disambangi berpindah-pindah, alias nomaden.
Konsep jualan nomaden itu rupanya justru menggelitik rasa penasaran sekaligus memicu antusiasme konsumen. Dampaknya, tak sedikit anak-anak muda justru menunggu-nunggu kicauan dari para jenderal Maicih plus berharap lokasi kampus atau rumah mereka bisa disambangi mobil Maicih.
Melalui konsep nomaden itu, urai Axl, “Kami ingin mencapai misi pertama kami, yaitu  menciptakan gengsi di dalam diri  konsumen kalau bisa mengkonsumsi Maicih. Bahkan, punya gengsi jika bisa menjadi icihers.” Itu artinya, jika belum tahu dan mencoba Maicih, boleh dibilang mereka belum masuk kategori “bergaul”.
Kini, misi berikut dari Axl dan kawan-kawan adalah menciptakan gengsi profesi seorang jenderal. Menjadi seorang jenderal Maicih jelas tidak mudah. Seleksi dilakukan sangat ketat. “Ada tiga batch yang kami tawarkan kepada para calon jenderal,” imbuhnya. Ketiga batch itu dibedakan berdasarkan pembelanjaan keripik Maicih.
Untuk batch pertama, nilai pembelanjaan para jenderal minimal Rp 5 juta per minggunya. Batch dua, nilai pembelanjaan produk Maicih minimal Rp 10 juta per minggunya. Sementara batch tiga, kategori baru, nilai pembelanjaan minimal Rp 100 juta per minggunya. Para jenderal dibebaskan untuk berinovasi dalam memasarkan produk Maicih,” ungkap Axl.
Selain syarat pembelanjaan, yang terpenting adalah calon jenderal Maicih harus datang ke Bandung untuk interview dan mengikuti Akademi Jenderal Maicih. “Di sana, calon jenderal di-training seputar team work, inovasi, character building, dan soft skill lainnya. Pendeknya, para calon jenderal harus mampu menjadi Independent Bussiness Owner (IBO),”  tegas Axl.
Jangan heran, jika para jenderal Maicih dituntut untuk inovatif memikirkan cara-cara efektif dalam memasarkan keripik Maicih di area mereka masing-masing. “Kami tidak men-support dana sepeser pun untuk para jenderal. Mereka sendirilah yang harus mampu membangun brand Maicih dan memasarkannya di wilayahnya masing-masing,” ia menambahkan.
Axl mencontohkan, area Cirebon  memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah Jakarta. Di Cirebon, komunikasi jauh sangat efektif menggunakan medium radio. Maka, jenderal di sana pun bekerja sama dengan sejumlah radio lokal untuk  menggelar talkshow seputar Maicih. Sementara di Jakarta, ketika Axl diundang hadir di salah satu program Metro TV dan Trans7, permintaan Maicih langsung booming. “Beda lagi dengan Bekasi. Pendekatan di sana justru sifatnya harus personal,” tuturnya.  

Kerja keras para jenderal—yang merupakan anak-anak muda kelahiran era 80-an—itu tak percuma. Kini, Maicih sudah sampai seantero Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Bahkan, Maicih juga sudah menjangkau mancanegara. Sebut saja Jepang dan Singapura. Tak mengherankan, dengan modal awal yang hanya Rp 15 juta, kini omzet Maicih membengkak. Per bulan, omzet Maicih—yang didapat dari pembelanjaan keripik para jenderal—sudah menembus Rp 7 miliar.

Copyright © 2009 PROJECT X All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.